Profil


Profil:

         Tujuan Polres Pematangsiantar

 

  • Mewujudkan Polri yang Good Governance dan Clean Government di Polres Pematangsiantar dan Jajaran.
  • Mewujudkan perubahan mind set dan culture set dalam rangka percepatan implementasi Reformasi Birokrasi Polri.
  • Mewujudkan tindakan Polri yang proaktif dari pada reaktif dalam pelaksanaan Tupoksi Polri untuk mewujudkan pelayanan Kamtibmas yang unggul.
  • Mewujudkan pelayanan Polri yang profesional, bermoral, modern dan unggul melalui penegakan hukum yang transparan, akuntabel dan anti KKN sehingga mampu memberikan perlindungan dan pengayoman serta memenuhi rasa keadilan masyarakat.
  • Mewujudkan kondisi aman yang mendukung tercapainya prioritas sasaran pembangunan lima tahun kedepan.
  • Terkendalinya tren perkembangan kejahatan, serta menigkatnya penyelesaian kasus kriminalitas untuk menciptakan rasa aman masyarakat mencakup 4 (empat) golongan jenis kejahatan yaitu kejahatan konvensional, transnasional, terhadap kekayaan negara dan yang berimplikasi kontijensi.

 

Arti Lambang POLRI

          Lambang Polisi bernama Rastra Sewakottama yang berarti "Polri adalah Abdi Utama dari pada Nusa dan Bangsa." Sebutan itu adalah Brata pertama dari Tri Brata yang diikrarkan sebagai pedoman hidup Polri sejak 1 Juli 1954. Polri yang tumbuh dan berkembang dari rakyat, untuk rakyat, memang harus berinisiatif dan bertindak sebagai abdi sekaligus pelindung dan pengayom rakyat. Harus jauh dari tindak dan sikap sebagai "penguasa". Ternyata prinsip ini sejalan dengan paham kepolisian di semua Negara yang disebut new modern police philosophy, "Vigilant Quiescant" (kami berjaga sepanjang waktu agar masyarakat tentram).

 

Prinsip itu diwujudkan dalam bentuk logo dengan rincian makna sbb:

  • Perisai  bermakna pelindung rakyat dan negara.
  • Tiang dan nyala obor  bermakna penegasan tugas Polri, disamping memberi sesuluh atau penerangan juga bermakna penyadaran hati nurani masyarakat agar selalu sadar akan perlunya kondisi kamtibmas yang mantap.
  • Pancaran obor  yang berjumlah 17 dengan 8 sudut pancar berlapis 4 tiang dan 5 penyangga bermakna 17 Agustus 1945, hari Proklamasi Kemerdekaaan yang berarti Polri berperan langsung pada proses kemerdekaan dan sekaligus pernyataan bahwa Polri tak pernah lepas dari perjuangan bangsa dan negara.
  • Tangkai padi dan kapas  menggambarkan cita-cita bangsa menuju kehidupan adil dan makmur, sedangkan 29 daun kapas dengan 9 putik dan 45 butir padi merupakan suatu pernyataan tanggal pelantikan Kapolri pertama 29 September 1945 yang dijabat oleh Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo.
  • 3 Bintang  di atas logo bermakna Tri Brata adalah pedoman hidup Polri. Sedangkan warna hitam dan kuning adalah warna legendaris Polri.
  • Warna hitam  adalah lambang keabadian dan sikap tenang mantap yang bermakna harapan agar Polri selalu tidak goyah dalam situasi dan kondisi apapun; tenang, memiliki stabilitas nasional yang tinggi dan prima agar dapat selalu berpikir jernih, bersih, dan tepat dalam mengambil keputusan.